Pendahuluan
Prosa adalah tulisan
yang di bedakan dengan puisi karena rhythm (ritme) nya dan variasi bahasanya
yang berbeda. Prosa sendiri berasa dari bahasa latin yaitu “prosa” yang artinya
“terus terang”. Dalam jenisnya di Indonesia, prosa dibagi 2 jenis yaitu: prosa
lama dan prosa baru. Dalam perkembangannya prosa lama merupakan budaya dasar
bangsa yang tidak terpengaruh budaya literatur barat sehingga terkesan sangat
kental dengan budaya bangsa sendiri, contohnya: dongeng, hikayat, dan epos.
Sedangkan, prosa baru merupakan karya literatur yang sering kita lihat sehari
hari semacam puisi, novel, cerpen dan lain lain.
Nilai
– Nilai Pada Prosa
Pada prosa, penulis
harus selalu menyisikan nilai – nilai agar tujuan dan maksud prosa tersebut
tersampaikan. Berikut adalah contoh synopsis dari prosa berupa novel yang
berjudul “Winter In Tokyo”:
Ishida Keiko, blasteran Indonesia-Jepang yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru. Nishimura Kazuto, nama tetangga baru itu. Dia kembali ke Tokyo setelah 10 tahun lamanya tinggal di Amerika dan tidak pernah pulang ke Jepang. Alasan kepulangannya satu, untuk melupakan Yuri—sahabat, tetangga, dan wanita yang dicintainya—yang akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Perlahan, Keiko mulai akrab dengan Kazuto. Apartemen mereka yang berhadapan, semakin mempererat hubungan keduanya.
Keduanya tidak sadar ketika cinta perlahan menelusup di hati. Keiko yang masih terbayang akan cinta pertamanya, Kitano Akira, mencoba memungkiri perasaannya. Apalagi setelah ia pada akhirnya bertemu dengan Kitano Akira yang sesungguhnya. Seolah melupakan Kazuto, Keiko terbuai dalam angannya sendiri. Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer, ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Keiko. Fokus kameranya selalu membidik sosok Keiko. Mengejar sosok Keiko, dan frustasi karena Keiko tidak pernah bisa melihatnya. Semua berjalan begitu salah.
Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya. Ia masih bisa mengingat hingga hari sebelum kepulangannya ke Tokyo—saat ia masih di Amerika. Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo. Saat itulah Keiko menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kazuto. Ia merasa begitu kehilangan. Dan sangat sakit hati ketika Yuri datang ke Jepang. Namun perasaan tidak bisa bohong. Kendati lupa akan kenangannya bersama Keiko, Kazuto tetap jatuh ke dalam perangkap cinta yang sama. Ia sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Namun, Kazuto tidak bisa berkutik ketika hubungan Keiko dengan Kitano Akira semakin intim. Semua terasa begitu salah. Bagaimana takdir bisa mempermainkan keduanya sedemikian rupa
Dari synopsis diatas dapat diketahui, penulis memberikan nilai – nilai berupa:
§ Kesenangan
Kesenangan yang didapat dari novel tersebut dapat dirasakan pembaca saat mulai terjadi konflik dengan hilangnya ingatan Kazuto. Hilangnya ingatan Kazuto menimbulkan efek "Thrill" pada pembaca sehingga menimbulkan rasa keingintahuan akan kelanjutan cerita pada novel tersebut. Terdapat pada kalimat: "Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya"
§ Informasi
Kesenangan yang didapat dari novel tersebut dapat dirasakan pembaca saat mulai terjadi konflik dengan hilangnya ingatan Kazuto. Hilangnya ingatan Kazuto menimbulkan efek "Thrill" pada pembaca sehingga menimbulkan rasa keingintahuan akan kelanjutan cerita pada novel tersebut. Terdapat pada kalimat: "Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya"
§ Informasi
Informasi yang bisa didapat dari synopsis
novel diatas adalah bahwa pekerjaan fotografer tidak saja hanya bekerja di
studio atau tempat – tempat yang telah terkenal akan keindahannya. Namun,
terdapat juga pekerjaan “street photographer” yaitu fotografer yang mengambil
fotonya di jalanan secara impuls atau tidak terduga duga. Terdapat pada kalimat:
“Kazuto di pihak lain, lebih
ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer”
§ Warisan Budaya
Pada synopsis novel diatas terdapat nilai
warisan budaya yang cukup kental ditandai dengan perbedaan budaya keturunan “Indo
– Jepang” yang tinggal di apartemen 2 lantai di Tokyo. Terdapat pada kalimat: "Ishida Keiko, blasteran
Indonesia-Jepang yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran
Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru”
§ Keseimbangan Wawasan
Keseimbangan wawasan pada novel diatas adalah bahwa
kehilangan ingatan tidak selalu kehilangan semua ingatan, namun ada kehilangan
ingatan parsial dimana hanya bagian tertentu yang tidak diingat. Terdapat pada
kalimat: “Celakanya
ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo”
Kesimpulan
Menurut
pengamatan akan nilai – nilai yang terdapat pada synopsis novel diatas. Dapat disimpulkan
bahwa pada karya literatur, nilai – nilai harus dijunjung tinggi agar dapat
menghasilkan mutu karya yang baik. Menyimpangnya informasi yang di dapat, tidak
adanya warisan budaya, dan keseimbangan wawasan yang tidak ada. Akan menyebabkan
pembaca tidak dapat menikmati karya literatur dari penulis tersebut
No comments:
Post a Comment