logo

logo

Sunday, 15 March 2015

Hakikat Manusia IBD




HAKIKAT MANUSIA

Pendahuluan

Manusia dan Kebudayaan bagai kopi dan air, tidak dapat terpisahkan satu sama lainnya. Dari dahulu kala, Kebudayaan sudah di sangkut pautkan dengan Manusia. Kebudayaan itu sendiri merupakan hasil karya dari Manusia, namun Kebudayaan dapat berbeda satu sama lainnya akibat perbedaan keadaan lingkungan.
Kebudayaan itu sendiri telah dibuat Manusia dengan dipertimbangkan bersama dengan baik – baik, maka dari itu Manusia bisa disebut dengan makhluk sosial. Sebagai contohnya, sopan santun merupakan bentuk sederhana bahwa Manusia merupakan makhluk sosial. Sopan santun merupakan dasar budaya masyarakat dan merupakan budaya yang positif

Hakikat dari Manusia

Hakikat dalam KBBI mengartikan Intisari. Hakikat dari Manusia merupakan Inti atau dasar berkehidupan sebagai Manusia. Manusia di kenal sebagai makhluk Individu namun, disaat yang sama juga sebagai makhluk Sosial. Mengapa bisa demikian, dikarenakan Manusia bisa berkarya sebagai Individu, namun juga harus hidup dengan Individu lainnya. Sebagai Individu, manusia mengharapkan dirinya bebas dan itu merupakan hak manusia dari lahir yang harus dijaga baik baik, namun kebebasan ini terbatas oleh moral.
Manusia merupakan makhluk kreatif yang prilakunya tidak bisa diduga, hal ini yang menyebabkan manusia berbeda dari makhluk lainnya. Kreatifitas manusia itu sendiri tidak berujung, dan sama halnya dengan idealisme dari manusia. Manusia tidak akan pernah puas dengan dirinya sendiri, selalu berusaha berkembang, selama lebih dari ribuan, mungkin bahkan ratusan ribu tahun manusia telah berkembang menjadi seperti sekarang. Dimulai dari beradaptasi dengan membuat makanannya sendiri (bertani dan berternak) menemukan teknik – teknik bertahan hidup, mengembangkan kehidupan, menetapkan peraturan, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dasar dari manusia adalah berkembang secara terus menerus secara “scientific” maupun secara “social”. Seperti kutipan kalimat yang saya temukan “membatasi diri pada sesuatu yang familiar merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan” maka, agar manusia dapat merasa sebagai manusia, manusia haruslah tetap berkembang dan terus berkembang

No comments:

Post a Comment