logo

logo

Monday, 20 April 2015

Manusia dan Pemujaan


I.                 Penjelasan

Pemujaan telah di lakukan manusia dari berabad – abad yang lalu. Pemujaan sendiri berasal dari kata “idol” yang artinya berhala. Pemujaan adalah sebuah cara kita untuk menghormati sesuatu yang menurut kita adalah sebuah kebenaran. Pemujaan dekat sekali dengan yang namanya keyakikan. Pemujaan atau yang biasa kita sebut juga dengan memuja biasanya dilakukan oleh orang yang meyakini ada nya suatu hal.pemujaan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan bentuk missal nya adalah dengan pemujaan terhadap leluhur, pemujaan terhadap agama tertentu, pemujaan terhadap berhala, dan lain lainnya.

II.            Manusia dan Pemujaan

Pemujaan ini telah di praktekan oleh berbagai agama, dan bangsa. Contohnya adalah agama – agama yang ada di dunia dan bangsa yunani, romawi, dan vikings. Para leluhur kita juga melakukan berbagai pemujaan terhadap roh dan benda – benda yang dianggap “berarwah”. Pemujaan sendiri tidak dapat di pisahkan dari kehidupan modern yang kita jalani sekarang, pemujaan yang masih dilakukan oleh orang – orang yang menganggap bahwa pemujaan tersebut adalah adat turun temurun puh masih dilakukan masyarakat jaman sekarang. Pemujaan sendiri terdapat dalam bentuk lainnya, seperti memuja artis atau penyanyi yang sedang populer. Pemujaan pada jaman sekarang dapat juga diartikan sebagai rasa cinta yang berlebih terhadap sesuatu. Contohnya adalah pemujaan terhadap uang, pemujaan terhadap ilmu pengetahuan, pemujaan terhadap teknologi dan lain lain. Pemujaan sendiri memiliki dampak positif, seperti memiliki tujuan dalam hidup, lebih nyaman dan tenang dalam melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan. Namun pemujaan sendiri memiliki dampak negatif jika di “abuse” atau dilakukan secara berlebihan, contohnya: pemujaan terhadap tuhan secara berlebihan dapat membuat seseorang membunuh orang dengan agama lain karena berbeda agama, pemujaan terhadap uang yang berlebihan sehingga dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, pemujaan terhadap ilmu pengetahuan yang berlebihan sehingga seseorang tersebut tidak percaya terhadap tuhan

III.        Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah, pemujaan memang sudah melekat pada manusia dari dahulu kala, pemujaan berbeda bentuknya dari jaman ke jaman. Pemujaan sendiri memiliki dampak positif dan negative sehingga harus diawasi pelaksanaannya agar tidak berdampak negative pada kehidupan sehari – hari manusia

Saturday, 11 April 2015

Pengertian Cinta menurut Dr. Sarlito W Sarwono IBD

Pengertian Cinta menurut Dr. Sarlito W Sarwono:

  • Keterikatanadalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia. dengan kata lain dapat di sebutkan dengan ketergantungan akan kehadiran seseorang tersebut  
  • Keintimanadanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring berdua
  • kemesraanadanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya. seperti kekasih yang terpisah jauh satu sama lain
    tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. kadang kadang ada yang keterikatannya sangat kuat tetapi keintiman atau kemesraannya kurang, cinta seperti ini mengandung kesetiaan yg kuat dan kecemburuan yang besar, sehingga dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan oleh kemesraan dan keintiman

UNSUR DALAM SEGITIGA CINTA
Gambar
1)    Pertama, Intimasi. Intimasi adalah aspek emosi dari cinta. Intimasi pada awal hubungan tumbuh dengan baik, tapi kalau tidak dirawat bisa menurun ke titik nol. Bila relasi dan komunikasi tidak bertumbuh dengan baik intimasi menjadi mati.

2)   Kedua, Passion atau gairah. Ini adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi gairah ini punya peranan penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat untuk bersatu dengan yang dicintai. Pada mulanya passion bertumbuh cepat dan sangat kuat, sampai tidak lama kemudian passion ini jadi kebiasaan. Passion punya segi motivasi yang berkekuatan positif. Inilah yang memikat anda kepada seseorang. Ini cepat berkembang dan bisa juga cepat mati. Sisi negatifnya adalah jika hubungan sudah saling menyakitkan maka daya tarik tadi lama kelamaan memudar.

3)   Ketiga, sisi komitmen. Ini merupakan sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad untuk memelihara cinta. Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat pertama kali bertemu dengan yang dicintai, dan bertumbuh ketika semakin saling mengenal satu dengan lainnya. Kuncinya saling mengenal dan menghargai. Bila relasi melemah maka komitmen juga cenderung melemah.




sumber: https://soniasworldd.wordpress.com/2013/04/29/manusia-dan-cinta-kasih-tugas-ibd/

Sunday, 5 April 2015

IBD Pada Prosa



Pendahuluan
Prosa adalah tulisan yang di bedakan dengan puisi karena rhythm (ritme) nya dan variasi bahasanya yang berbeda. Prosa sendiri berasa dari bahasa latin yaitu “prosa” yang artinya “terus terang”. Dalam jenisnya di Indonesia, prosa dibagi 2 jenis yaitu: prosa lama dan prosa baru. Dalam perkembangannya prosa lama merupakan budaya dasar bangsa yang tidak terpengaruh budaya literatur barat sehingga terkesan sangat kental dengan budaya bangsa sendiri, contohnya: dongeng, hikayat, dan epos. Sedangkan, prosa baru merupakan karya literatur yang sering kita lihat sehari hari semacam puisi, novel, cerpen dan lain lain.

Nilai – Nilai Pada Prosa
Pada prosa, penulis harus selalu menyisikan nilai – nilai agar tujuan dan maksud prosa tersebut tersampaikan. Berikut adalah contoh synopsis dari prosa berupa novel yang berjudul “Winter In Tokyo”:


Ishida Keiko, blasteran Indonesia-Jepang yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru. Nishimura Kazuto, nama tetangga baru itu. Dia kembali ke Tokyo setelah 10 tahun lamanya tinggal di Amerika dan tidak pernah pulang ke Jepang. Alasan kepulangannya satu, untuk melupakan Yuri—sahabat, tetangga, dan wanita yang dicintainya—yang akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Perlahan, Keiko mulai akrab dengan Kazuto. Apartemen mereka yang berhadapan, semakin mempererat hubungan keduanya.

Keduanya tidak sadar ketika cinta perlahan menelusup di hati. Keiko yang masih terbayang akan cinta pertamanya, Kitano Akira, mencoba memungkiri perasaannya. Apalagi setelah ia pada akhirnya bertemu dengan Kitano Akira yang sesungguhnya. Seolah melupakan Kazuto, Keiko terbuai dalam angannya sendiri. Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer, ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Keiko. Fokus kameranya selalu membidik sosok Keiko. Mengejar sosok Keiko, dan frustasi karena Keiko tidak pernah bisa melihatnya. Semua berjalan begitu salah.
 
Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya. Ia masih bisa mengingat hingga hari sebelum kepulangannya ke Tokyo—saat ia masih di Amerika. Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo. Saat itulah Keiko menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kazuto. Ia merasa begitu kehilangan. Dan sangat sakit hati ketika Yuri datang ke Jepang. Namun perasaan tidak bisa bohong. Kendati lupa akan kenangannya bersama Keiko, Kazuto tetap jatuh ke dalam perangkap cinta yang sama. Ia sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Namun, Kazuto tidak bisa berkutik ketika hubungan Keiko dengan Kitano Akira semakin intim. Semua terasa begitu salah. Bagaimana takdir bisa mempermainkan keduanya sedemikian rupa

Dari synopsis diatas dapat diketahui, penulis memberikan nilai – nilai berupa:
§ Kesenangan
Kesenangan yang didapat dari novel tersebut dapat dirasakan pembaca saat mulai terjadi konflik dengan hilangnya ingatan Kazuto. Hilangnya ingatan Kazuto menimbulkan efek "Thrill" pada pembaca sehingga menimbulkan rasa keingintahuan akan kelanjutan cerita pada novel tersebut. Terdapat pada kalimat: "Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya"

§  Informasi
Informasi yang bisa didapat dari synopsis novel diatas adalah bahwa pekerjaan fotografer tidak saja hanya bekerja di studio atau tempat – tempat yang telah terkenal akan keindahannya. Namun, terdapat juga pekerjaan “street photographer” yaitu fotografer yang mengambil fotonya di jalanan secara impuls atau tidak terduga duga. Terdapat pada kalimat: Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer

§  Warisan Budaya
Pada synopsis novel diatas terdapat nilai warisan budaya yang cukup kental ditandai dengan perbedaan budaya keturunan “Indo – Jepang” yang tinggal di apartemen 2 lantai di Tokyo. Terdapat pada kalimat: "Ishida Keiko, blasteran Indonesia-Jepang yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru

§  Keseimbangan Wawasan
Keseimbangan wawasan pada novel diatas adalah bahwa kehilangan ingatan tidak selalu kehilangan semua ingatan, namun ada kehilangan ingatan parsial dimana hanya bagian tertentu yang tidak diingat. Terdapat pada kalimat: Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo”

Kesimpulan
            Menurut pengamatan akan nilai – nilai yang terdapat pada synopsis novel diatas. Dapat disimpulkan bahwa pada karya literatur, nilai – nilai harus dijunjung tinggi agar dapat menghasilkan mutu karya yang baik. Menyimpangnya informasi yang di dapat, tidak adanya warisan budaya, dan keseimbangan wawasan yang tidak ada. Akan menyebabkan pembaca tidak dapat menikmati karya literatur dari penulis tersebut