HAKIKAT MANUSIA
Pendahuluan
Manusia dan Kebudayaan
bagai kopi dan air, tidak dapat terpisahkan satu sama lainnya. Dari dahulu
kala, Kebudayaan sudah di sangkut pautkan dengan Manusia. Kebudayaan itu
sendiri merupakan hasil karya dari Manusia, namun Kebudayaan dapat berbeda satu
sama lainnya akibat perbedaan keadaan lingkungan.
Kebudayaan itu sendiri
telah dibuat Manusia dengan dipertimbangkan bersama dengan baik – baik, maka
dari itu Manusia bisa disebut dengan makhluk sosial. Sebagai contohnya, sopan
santun merupakan bentuk sederhana bahwa Manusia merupakan makhluk sosial. Sopan
santun merupakan dasar budaya masyarakat dan merupakan budaya yang positif
Hakikat
dari Manusia
Hakikat dalam KBBI
mengartikan Intisari. Hakikat dari Manusia merupakan Inti atau dasar
berkehidupan sebagai Manusia. Manusia di kenal sebagai makhluk Individu namun,
disaat yang sama juga sebagai makhluk Sosial. Mengapa bisa demikian,
dikarenakan Manusia bisa berkarya sebagai Individu, namun juga harus hidup
dengan Individu lainnya. Sebagai Individu, manusia mengharapkan dirinya bebas
dan itu merupakan hak manusia dari lahir yang harus dijaga baik baik, namun
kebebasan ini terbatas oleh moral.
Manusia merupakan
makhluk kreatif yang prilakunya tidak bisa diduga, hal ini yang menyebabkan
manusia berbeda dari makhluk lainnya. Kreatifitas manusia itu sendiri tidak
berujung, dan sama halnya dengan idealisme dari manusia. Manusia tidak akan
pernah puas dengan dirinya sendiri, selalu berusaha berkembang, selama lebih
dari ribuan, mungkin bahkan ratusan ribu tahun manusia telah berkembang menjadi
seperti sekarang. Dimulai dari beradaptasi dengan membuat makanannya sendiri
(bertani dan berternak) menemukan teknik – teknik bertahan hidup, mengembangkan
kehidupan, menetapkan peraturan, dan masih banyak lagi.
Kesimpulan
Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa dasar dari manusia adalah berkembang secara terus menerus
secara “scientific” maupun secara “social”. Seperti kutipan kalimat yang saya
temukan “membatasi diri pada sesuatu yang familiar merupakan kejahatan terhadap
kemanusiaan” maka, agar manusia dapat merasa sebagai manusia, manusia haruslah
tetap berkembang dan terus berkembang