logo

logo

Monday, 22 June 2015

Harapan dan Tanggung jawab



Harapan dan Tanggung jawab
1.   Pengertian

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang.  Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Tanggung jawab, sebaiknya manusia melandasi anggapannya dengan mengakui kenyataan bahwa mansuia dalam hubungan yang sempit dan luas memerlukan satu sama lain untuk mewujudkan nilai-nilai kehidupan yang dirasanya baik dan menunjang eksistensi dirinya
2.   Pembahasan

Harapan dirasakan oleh semua manusia, bahkan yang telah melakukan hal-hal buruk tetap akan merasakan harapan. Tiap – tiap individu mempunyai harapan yang berbeda beda. Walau harapan merupakan hal yang tidak pasti dan dapat disebut palsu, manusia tetap berharap. Peran harapan dalam tindak dan perilaku manusia sangat lah besar. Manusia tidak akan melakukan hal – hal yang mempunyai persentase keberhasilan kecil jika tidak ada harapan. Contohnya, manusia berharap akan keberhasilannya masuk ke sebuah perusahaan yang pelamarnya mencapai 200 orang. Kemungkinan ia masuk hanya 1:200 atau 0.5% dengan kemungkinannya yang sangat kecil tersebut ia tetap melamar di perusahaan tersebut dengan berharap akan diterima di perusahaan tersebut. Harapan yang dirasakan terhadap diri sendiri seperti, keinginan untuk menjadi lebih baik dan lainnya. Tertuju terhadap diri sendiri, dan menentukan standar yang harus dicapai oleh diri sendiri. Harapan terhadap orang lain, orang tua maupun masyarakat adalah suatu keinginan agar orang lain memenuhi standard yang seseorang ciptakan untuk tujuan dan keinginan tertentu
Tanggung jawab merupakan tinggi rendahnya akhlak yang dimiliki manusia. Tanggung jawab sendiri merupakan timpal balik atau pun perilaku yang menunjang eksistansi diri akan hal yang dia lakukan. Contohnya, seseorang merusak properti milik orang lain. Maka ia akan mempertanggung jawabkan dengan mengganti sesuai dengan hal yang ia rusak untuk menunjang keberadaan dirinya. Tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah, menjaga dan menunjang eksistensi diri sendiri. Sedangkan, tanggung jawab terhadap orang lain, masyarakat maupun orang tua adalah membuat eksistensi diri sendiri diakui oleh orang lain dengan melakukan hal – hal yang seharusnya ia lakukan

3.  Penutup

Harapan dan Tanggung jawab seringkali berdampingan. Jika individu mempunyai harapan dan berhasil meraih keinginannya, maka ia harus mempertanggung jawabkan dengan mempertahankan keinginannya dengan menunjang eksistensi diri dari keberhasilan keinginannya tersebut. Walau keinginan seringkali tidak terkabul, tapi keinginan dapat menjadi “positive mindset” untuk dapat meraih sebuah keinginan. tanggung jawab sendiri merupakan perilaku yang menunjukan eksistensi dari diri sendiri terhadap orang lain ataupun diri sendir juga

No comments:

Post a Comment