Harapan
dan Tanggung jawab
1. Pengertian
Harapan
atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang
diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu
yang akan datang. Pada
umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan
terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya
harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang
mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Tanggung jawab,
sebaiknya manusia melandasi anggapannya dengan mengakui kenyataan bahwa mansuia
dalam hubungan yang sempit dan luas memerlukan satu sama lain untuk mewujudkan
nilai-nilai kehidupan yang dirasanya baik dan menunjang eksistensi dirinya
2.
Pembahasan
Harapan
dirasakan oleh semua manusia, bahkan yang telah melakukan hal-hal buruk tetap
akan merasakan harapan. Tiap – tiap individu mempunyai harapan yang berbeda
beda. Walau harapan merupakan hal yang tidak pasti dan dapat disebut palsu,
manusia tetap berharap. Peran harapan dalam tindak dan perilaku manusia sangat
lah besar. Manusia tidak akan melakukan hal – hal yang mempunyai persentase
keberhasilan kecil jika tidak ada harapan. Contohnya, manusia berharap akan keberhasilannya
masuk ke sebuah perusahaan yang pelamarnya mencapai 200 orang. Kemungkinan ia
masuk hanya 1:200 atau 0.5% dengan kemungkinannya yang sangat kecil tersebut ia
tetap melamar di perusahaan tersebut dengan berharap akan diterima di perusahaan
tersebut. Harapan yang dirasakan terhadap diri sendiri seperti, keinginan untuk
menjadi lebih baik dan lainnya. Tertuju terhadap diri sendiri, dan menentukan
standar yang harus dicapai oleh diri sendiri. Harapan terhadap orang lain,
orang tua maupun masyarakat adalah suatu keinginan agar orang lain memenuhi
standard yang seseorang ciptakan untuk tujuan dan keinginan tertentu
Tanggung
jawab merupakan tinggi rendahnya akhlak yang dimiliki manusia. Tanggung jawab
sendiri merupakan timpal balik atau pun perilaku yang menunjang eksistansi diri
akan hal yang dia lakukan. Contohnya, seseorang merusak properti milik orang
lain. Maka ia akan mempertanggung jawabkan dengan mengganti sesuai dengan hal
yang ia rusak untuk menunjang keberadaan dirinya. Tanggung jawab terhadap diri
sendiri adalah, menjaga dan menunjang eksistensi diri sendiri. Sedangkan,
tanggung jawab terhadap orang lain, masyarakat maupun orang tua adalah membuat
eksistensi diri sendiri diakui oleh orang lain dengan melakukan hal – hal yang
seharusnya ia lakukan
3. Penutup
Harapan dan Tanggung jawab
seringkali berdampingan. Jika individu mempunyai harapan dan berhasil meraih
keinginannya, maka ia harus mempertanggung jawabkan dengan mempertahankan
keinginannya dengan menunjang eksistensi diri dari keberhasilan keinginannya
tersebut. Walau keinginan seringkali tidak terkabul, tapi keinginan dapat
menjadi “positive mindset” untuk dapat meraih sebuah keinginan. tanggung jawab
sendiri merupakan perilaku yang menunjukan eksistensi dari diri sendiri
terhadap orang lain ataupun diri sendir juga
No comments:
Post a Comment