logo

logo

Sunday, 3 May 2015

Manusia Dan Keindahan



MANUSIA DAN KEINDAHAN



1.   LATAR BELAKANG


Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang menginginkan apapun yang disertai dengan keindahan, dan sangat ingin mendapatkannya. Keindahan selalu berhubungan dengan kebenaran, namun ada saatnya dimana keindahan tidak berhubungan dengan kebenaran. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal


2.   Manusia dan Keindahan


Manusia sendiri berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Sedangkan keindahan adalah bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”. Kata benda Yunani klasik untuk “keindahan ” adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti “jam.” Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam (waktu) yang sepatutnya”

Hubungan antara manusia dan keindahan tersebut sendiri sudah berlangsung dari dahulu kala, manusia yang mempunyai hasrat akan keidealan, ketepat waktuan, dan keadaan yang pas dengan apa yang diinginkan menginterpretasikannya sebagai keindahan yang kita ketahui pada saat ini

Biasanya keindahan dapat disadari dengan 4 hal, yaitu:


1. Renungan

berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.



2. Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang. Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.



3.Kehalusan

Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus. Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.


4. Kontemplasi           

Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam  mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.


3.   Kesimpulan


Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, Keindahan merupakan sesuatu yang dicari dan diidamkan setiap manusia. Keindahan sendiri dapat diartikan dalam banyak hal, namun, secara garis besar adalah keadaan yang tepat pada waktu yang tepat pula. Keindahan tersebut merupakan hal yang sehari – hari kita lewati tapi, kadang kita tidak tersadarkan akan keindahan tersebut. Keindahan dapat dirasakan dengan 4 cara, yaitu : Renungan, Keserasian, Kehalusan, dan Kontemplasi

No comments:

Post a Comment