1.
Pembukaan
Put aside the bad
memories. Mari bahas dengan rasional tentang pengkolonialisasian Indonesia. Bangsa
Indonesia kurang lebih 350 tahun telah dikolonialisasi Belanda, sebelum Belanda
datang kita terlebih dahulu dikolonialisasi oleh Spanyol dan Portugis juga
Britain pernah mempunyai sebagian wilayah Indonesia. Di masa kolonialisasi
Belanda, Indonesia atau Dutch East India Company (VOC) menjadi salah satu
daerah koloni terkaya di dunia dengan popularitas yang tinggi di masa tersebut.
Keadaan tersebut pun di imbangi dengan kesengsaraan bangsa Indonesia yang
kurang pendidikan, infrastruktur dan pajak yang tinggi dari pemerintah VOC
membuat “unrest” atau ketidakpuasan dari
rakyat asli daerah tersebut yaitu rakyat Indonesia. Hal ini sering menimbulkan
gesekan antara rakyat asli dengan “inlander” atau orang Belanda.
2.
Dijajah?
Salah Siapa?
Pertanyaan tersebut selalu sering
terbayang oleh bangsa yang di kolonialisasi bangsa Eropa. “salah siapa kita
terjajah?” tepatnya keaadan yang tidak pas membuat kita terjajah. Kurangnya intelektual
dan pengetahuan akan bangsa Eropa membuat kita terjajah. Beberapa bangsa Asia
yg tidak terjajah bersikap cepat dan tanggap akan keadaan kerajaan “tetangga”
yg mulai di lahap bangsa Eropa satu demi satu. Contohnya adalah bangsa Jepang
dan Thailand.
Bangsa Jepang berhasil lolos dari
kolonialisasi dengan menolak semua budaya dan sangkut paut dengan bangsa asing.
Ketidakramahan ini disambut dengan apatis oleh bangsa Eropa, dengan kurang
pengetahuannya bangsa Eropa tentang bangsa Jepang (sumber daya alam, budaya,
dan kekuatan tempur) dan ketatnya pemerintahan Jepang dibawah keshogunan
Tokugawa membuat bangsa Eropa ragu untuk merogoh kocek untuk mengkolonialisasi
bangsa Jepang
Bangsa Thailand berhasil lolos dari
kolonialisasi dengan cara memetakan daerah dan mematok batas – batas antar
daerah kerajaan Siam (Thailand) dengan daerah Britain juga Perancis. Akibat
pemetaan kerajaan Siam bisa melakukan diplomasi. Kerajaan Siam memanfaatkan
diplomasi sebagai senjata utamanya. Berada diantara daerah Perancis dan Britain
membuat kedua bangsa Eropa ini ragu untuk mengkolonialisasi Siam, jika salah
satu dari kedua bangsa tersebut menguasai Siam. Dengan langsung akan terjadi
perselisihan diantara keduanya, dan kedua bangsa tersebut
Bangsa Indonesia pada saat itu
sedang gencar – gencarnya perang antara kerajaan Islam. Keadaan ini membuat
antar kerajaan berusaha mencari senjata kuat yg bisa menghancurkan kerajaan
lainnya, meriam dan bubuk mesiu adalah hal baru yg di bawa bangsa Eropa,
membuat kerajaan berusaha mendapatkannya dengan bekerja sama dengan bangsa
Eropa bahkan membiarkan bangsa Eropa membangun benteng. Sedikit demi sedikit,
VOC menguasai lahan di Indonesia dengan memanfaatkan perang antara kerajaan
kecil di Indonesia, dengan batas daerah yg tidak jelas dan pemerintahan yg
tidak tersentralisasi VOC banyak mengatur pemberontakan dan mematok lahan
seenaknya. Keadaan ini lah yg membuat bangsa Indonesia pada akhirnya terjajah
atau terkolonialisasi oleh VOC
3.
Baik
atau Buruk?
Baik atau Buruk dari
terkolonialisasi adalah bangsa yg terkolonialisasi menjadi tahu akan kebudayaan
bangsa lain, namun dengan imunitas budaya yg sama sekali tidak ada akan membuat
budaya bangsa tersebut hilang. Cara – cara berdagang, bercocok tanam, dan
berbagai teknologi bisa di peroleh oleh bangsa tersebut, namun tanpa adanya
fasilitas pendidikan yg cukup bangsa tersebut hanya akan menjadi “buruh”
teknologi – teknologi tersebut. Kekayaan bangsa tersebut seperti emas, perak,
tembaga, garam, dan lain – lain akan terolah dengan maksimal. Namun, hasil
olahan akan kembali lagi ke kebijakan pemerintah yg mengolah sumber daya alam
tersebut.
4.
Kesimpulan
Bangsa Indonesia yg
terkolonialisasi mendapat lebih banyak dampak buruk seperti kekayaan yg di olah
dan di ambil VOC tanpa mendapat keuntungan sedikit pun. Pajak yang tinggi,
ketentuan – ketentuan seperti tanam paksa dan lain – lain membuat penderitaan
bangsa Indonesia bertambah. pendidikan yg minim juga salah satu kekurangan VOC
dalam mengkolonialisasi bangsa Indonesia. namun, kebudayaan kebudayaan bangsa
Eropa tentang tata karma dan teknologi persenjataan merupakan nilai positif
dari kolonialisasi
No comments:
Post a Comment