logo

logo

Sunday, 30 November 2014

The Good and Bad of Being Colonized



1.    Pembukaan
Put aside the bad memories. Mari bahas dengan rasional tentang pengkolonialisasian Indonesia. Bangsa Indonesia kurang lebih 350 tahun telah dikolonialisasi Belanda, sebelum Belanda datang kita terlebih dahulu dikolonialisasi oleh Spanyol dan Portugis juga Britain pernah mempunyai sebagian wilayah Indonesia. Di masa kolonialisasi Belanda, Indonesia atau Dutch East India Company (VOC) menjadi salah satu daerah koloni terkaya di dunia dengan popularitas yang tinggi di masa tersebut. Keadaan tersebut pun di imbangi dengan kesengsaraan bangsa Indonesia yang kurang pendidikan, infrastruktur dan pajak yang tinggi dari pemerintah VOC membuat “unrest” atau  ketidakpuasan dari rakyat asli daerah tersebut yaitu rakyat Indonesia. Hal ini sering menimbulkan gesekan antara rakyat asli dengan “inlander” atau orang Belanda.

2.    Dijajah? Salah Siapa?

Pertanyaan tersebut selalu sering terbayang oleh bangsa yang di kolonialisasi bangsa Eropa. “salah siapa kita terjajah?” tepatnya keaadan yang tidak pas membuat kita terjajah. Kurangnya intelektual dan pengetahuan akan bangsa Eropa membuat kita terjajah. Beberapa bangsa Asia yg tidak terjajah bersikap cepat dan tanggap akan keadaan kerajaan “tetangga” yg mulai di lahap bangsa Eropa satu demi satu. Contohnya adalah bangsa Jepang dan Thailand.

Bangsa Jepang berhasil lolos dari kolonialisasi dengan menolak semua budaya dan sangkut paut dengan bangsa asing. Ketidakramahan ini disambut dengan apatis oleh bangsa Eropa, dengan kurang pengetahuannya bangsa Eropa tentang bangsa Jepang (sumber daya alam, budaya, dan kekuatan tempur) dan ketatnya pemerintahan Jepang dibawah keshogunan Tokugawa membuat bangsa Eropa ragu untuk merogoh kocek untuk mengkolonialisasi bangsa Jepang

Bangsa Thailand berhasil lolos dari kolonialisasi dengan cara memetakan daerah dan mematok batas – batas antar daerah kerajaan Siam (Thailand) dengan daerah Britain juga Perancis. Akibat pemetaan kerajaan Siam bisa melakukan diplomasi. Kerajaan Siam memanfaatkan diplomasi sebagai senjata utamanya. Berada diantara daerah Perancis dan Britain membuat kedua bangsa Eropa ini ragu untuk mengkolonialisasi Siam, jika salah satu dari kedua bangsa tersebut menguasai Siam. Dengan langsung akan terjadi perselisihan diantara keduanya, dan kedua bangsa tersebut

Bangsa Indonesia pada saat itu sedang gencar – gencarnya perang antara kerajaan Islam. Keadaan ini membuat antar kerajaan berusaha mencari senjata kuat yg bisa menghancurkan kerajaan lainnya, meriam dan bubuk mesiu adalah hal baru yg di bawa bangsa Eropa, membuat kerajaan berusaha mendapatkannya dengan bekerja sama dengan bangsa Eropa bahkan membiarkan bangsa Eropa membangun benteng. Sedikit demi sedikit, VOC menguasai lahan di Indonesia dengan memanfaatkan perang antara kerajaan kecil di Indonesia, dengan batas daerah yg tidak jelas dan pemerintahan yg tidak tersentralisasi VOC banyak mengatur pemberontakan dan mematok lahan seenaknya. Keadaan ini lah yg membuat bangsa Indonesia pada akhirnya terjajah atau terkolonialisasi oleh VOC

3.    Baik atau Buruk?

Baik atau Buruk dari terkolonialisasi adalah bangsa yg terkolonialisasi menjadi tahu akan kebudayaan bangsa lain, namun dengan imunitas budaya yg sama sekali tidak ada akan membuat budaya bangsa tersebut hilang. Cara – cara berdagang, bercocok tanam, dan berbagai teknologi bisa di peroleh oleh bangsa tersebut, namun tanpa adanya fasilitas pendidikan yg cukup bangsa tersebut hanya akan menjadi “buruh” teknologi – teknologi tersebut. Kekayaan bangsa tersebut seperti emas, perak, tembaga, garam, dan lain – lain akan terolah dengan maksimal. Namun, hasil olahan akan kembali lagi ke kebijakan pemerintah yg mengolah sumber daya alam tersebut.

4.    Kesimpulan

Bangsa Indonesia yg terkolonialisasi mendapat lebih banyak dampak buruk seperti kekayaan yg di olah dan di ambil VOC tanpa mendapat keuntungan sedikit pun. Pajak yang tinggi, ketentuan – ketentuan seperti tanam paksa dan lain – lain membuat penderitaan bangsa Indonesia bertambah. pendidikan yg minim juga salah satu kekurangan VOC dalam mengkolonialisasi bangsa Indonesia. namun, kebudayaan kebudayaan bangsa Eropa tentang tata karma dan teknologi persenjataan merupakan nilai positif dari kolonialisasi

No comments:

Post a Comment