TUGAS
MAKALAH ISD
BAB
I
Pendahuluan
I.
Latar
belakang
Bangsa
Indonesia telah mendapat banyak pengalaman tentang ilmu sosial dan kebudayaan
setelah kemerdekaannya. Namun, kita juga mendapat banyak kejadian khususnya
pada 5 tahun terakhir ini, bangsa Indonesia mengalami keterpurukan mental
sosial. Krisis pemerintahan, tuntutan demokrasi dan reformasi telah menimbulkan
banyak kekacauan. Acuan hidup masyarakat bernegara dan tata hidup sosial pun
menjadi berantakan. Ini mengakibatkan munculnya tindakan-tindakan anarkis dan
pelanggaran etika, moral dan hukum yang terjadi di masyarakat. Dari kejadian
ini dapat kita hipotesa bahwanya bangsa Indonesia tidak mempunyai strategi
landasan budaya sosial yang nyata
II.
Permasalahan
Permasalahan
yang akan dihadapi dan dibahas adalah tentang perkembangan sosial dan budaya
pada bangsa Indonesia
III.
Tujuan
Tujuan
yang akan dibahas pada makalah ini adalah mengetahui perkembangan budaya dan
sosial pada bangsa Indonesia
IV.
Manfaat
Manfaat yang
didapatkan dalam makalah ini adalah bisa menjadi titik acuan masyarakat tentang
keadaan kehidupan sosial dan budaya pada bangsa Indonesia
BAB II
Perkembangan dan
Perubahan Kebudayaan
Kebudayaan
selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang
lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk
memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya. Pengertian kebudayaan banyak sekali
dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil
dari karya, rasa dan cipta masyarakat.
Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang
diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya
dapat diabdikan untuk kepntingan masyarakat.
Rasa yang meliputi jiwa manusia
mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur
masalah-masalah kemasarakatan alam arti
luas., didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua
unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai
anggota masyarakat. Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan
piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan
filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah.
Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang
menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan
seluruh masyarakat.
me� �
s Pv� �� isis pemerintahan, tuntutan demokrasi dan reformasi telah menimbulkan
banyak kekacauan. Acuan hidup masyarakat bernegara dan tata hidup sosial pun
menjadi berantakan. Ini mengakibatkan munculnya tindakan-tindakan anarkis dan
pelanggaran etika, moral dan hukum yang terjadi di masyarakat. Dari kejadian
ini dapat kita hipotesa bahwanya bangsa Indonesia tidak mempunyai strategi
landasan budaya sosial yang nyata
BAB
III
Pembahasan
a.
Multikultural
Banyaknya
budaya dan agama di Indonesia merupakan tantangan sekaligus permasalahan pada
budaya dan sosial bangsa Indonesia itu sendiri. Diawali oleh budaya
Hindu-Buddha pada awal bangsa Indonesia, dilanjutkan budaya Islam, dan budaya
bangsa barat menimbulkan gejolak budaya di masyarakat Indonesia.
Dalam konteks itu
pula maka ratusan suku-sukubangsa yang terdapat di Indonesia perlu dilihat sebagai aset negara berkat
pemahaman akan lingkungan alamnya, tradisinya, serta potensi-potensi budaya
yang dimilikinya, yang keseluruhannya perlu dapat didayagunakan bagi pembangunan
nasional. Di pihak lain, setiap sukubangsa juga memiliki hambatan budayanya
masing-masing, yang berbeda antara sukubangsa yang satu dengan yang lainnya.
Maka menjadi tugas
negaralah untuk memahami, selanjutnya mengatasi hambatan-hambatan budaya
masing-masing sukubangsa, dan secara
aktif memberi dorongan dan peluang bagi munculnya potensi-potensi budaya baru
sebagai kekuatan bangsa.
b.
Kondisi budaya bangsa Indonesia pada era-globalisasi
Budaya
asli bangsa Indonesia sudah mulai hilang, banyak budaya-budaya bangsa Indonesia
yang mulai punah atau di klaim Negara lain karena tidak dilestarikan secara
baik. Klaim dan punahnya budaya bangsa Indonesia ini diakibatkan oleh
ketidaksadarannya pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan budaya bangsa
nya sendiri akibat pengaruh kemajuan teknologi secara pesat sehingga
budaya-budaya bangsa lain dapat masuk dengan bebas tanpa disaring terlebih
dahulu. Pemahaman yang salah tentang budaya bangsa lain yang dianggap “terkini
dan modern” juga menyebabkan hilangnya budaya asli bangsa Indonesia itu
sendiri.
BAB IV
Penutup
a.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan dari
pembahasan pada makalah ini yaitu bangsa Indonesia kurang menyadari kepentingan
budaya dan sosial asli bangsa sendiri. Hilangnya karakter bangsa akibat
globalisasi yang diperparah oleh multikultur bangsa ini bisa menyebabkan
punahnya budaya dan masalah sosial yang makin parah, jika tidak ditanggapi
serius oleh segenap rakyat Indonesia dan pemerintah Republik Indonesia akan
menjadi masalah serius di masa yang akan dating
b. Saran
Saran
untuk permasalahan yang dibahas pada makalah ini adalah Kebudayaan
bangsa Indonesia harusnya dijaga oleh pemerintah dan rakyat melalui pendirian
cagar budaya, dan penyuluhan-penyuluhan oleh pemerintah juga dapat menjadi
peran penting keberlangsungan hidup budaya bangsa Indonesia. Permasalahan
sosial juga dapat diatasi dengan pendalaman pancasila dan pencarian jati diri
bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang bermartabat dan berbudi luhur
No comments:
Post a Comment